TRIBRATANEWSPOLRESSEKADAU - Satgas Edukasi Pencegahan Karhutla Lemdiklat Polri mengenalkan teori segitiga api kepada masyarakat Desa Sungai Ayak II, Kecamatan Belitang Hilir, Kabupaten Sekadau, Rabu (2/9/2026). Materi tersebut disampaikan untuk memberikan pemahaman sederhana mengenai bagaimana kebakaran dapat terjadi dan berkembang.
Kegiatan diikuti sekitar 20 orang yang terdiri dari tokoh masyarakat, tokoh adat dan warga. IPTU Muhammad Irza R bersama IPTU Rahmad Andhira Fajri memberikan edukasi mengenai bahaya dan dampak Karhutla terhadap kesehatan, lingkungan, sosial serta aktivitas masyarakat.
IPTU Irza menjelaskan, teori segitiga api terdiri dari tiga unsur, yakni panas atau api, oksigen dan bahan bakar. Ketiga unsur tersebut menjadi faktor yang perlu diperhatikan, terutama ketika kondisi lingkungan mengalami kekeringan akibat musim kemarau.
"Ketika ada panas atau sumber api, oksigen dan bahan yang mudah terbakar, maka kebakaran dapat terjadi. Karena itu, sumber api perlu benar-benar diperhatikan, terlebih dalam kondisi kemarau seperti sekarang," kata IPTU Irza.
Melalui materi tersebut, Satgas mengajak masyarakat lebih mudah mengenali potensi kebakaran di lingkungan sekitar. Warga juga diingatkan untuk segera melaporkan apabila menemukan asap atau titik api kepada perangkat desa, kepolisian maupun petugas terkait agar dapat dilakukan penanganan sejak awal.
Dalam sesi diskusi, masyarakat menyampaikan bahwa sebagian besar warga Desa Sungai Ayak II belum memasuki masa tanam sehingga belum melakukan pembukaan lahan. Warga juga menjelaskan bahwa pada masa tanam sebelumnya, pembukaan lahan dilakukan dengan memperhatikan ketentuan Perda Nomor 1 Tahun 2022 dan kehati-hatian agar api tidak merembet ke lahan lain.
Kapolsek Belitang Hilir IPTU Jessi Sinarta Sianturi mengatakan kondisi cuaca dan tingkat kekeringan saat ini perlu menjadi perhatian masyarakat dalam melakukan aktivitas di sekitar lahan. Menurutnya, kondisi vegetasi yang kering membuat sumber api lebih mudah berkembang sehingga kewaspadaan perlu ditingkatkan.
"Kami mengapresiasi Satgas Edukasi Pencegahan Karhutla Lemdiklat Polri yang telah datang dan memberikan edukasi langsung kepada masyarakat. Kami juga mengapresiasi masyarakat yang telah mengikuti kegiatan dan ikut berdiskusi. Kondisi kemarau seperti sekarang membutuhkan kewaspadaan bersama, sehingga apa yang sudah disampaikan dapat menjadi perhatian dalam aktivitas masyarakat sehari-hari," tukas IPTU Jessi.
Penulis : NR
Editor : Arg
Editor : Arg
Publish : Humas Polres Sekadau



0 komentar:
Posting Komentar