TRIBRATANEWSPOLRESSEKADAU - Pesan untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) datang dari lingkungan gereja di Kecamatan Nanga Taman, Kabupaten Sekadau. Pendeta Adikusuno bersama jemaat Gereja Kristen Nasional Injil menyampaikan ajakan menjaga hutan dan lahan melalui sebuah video, Rabu (23/9/2026).
Dalam video yang dibuat sekitar pukul 19.00 WIB itu, mereka mengajak masyarakat melihat hutan dan lahan bukan hanya sebagai tempat untuk beraktivitas, tetapi juga bagian dari sumber kehidupan yang perlu dijaga.
Pendeta Adikusuno mengingatkan pembakaran hutan dan lahan dapat membawa dampak yang lebih luas. Kerusakan ekosistem, pencemaran udara hingga gangguan kesehatan menjadi sejumlah risiko yang disampaikan kepada masyarakat.
“Kami mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran hutan dan lahan. Dampaknya bukan hanya terhadap lingkungan, tetapi juga kesehatan dan keselamatan masyarakat,” ujar Adikusuno dalam video tersebut.
Ia juga mengajak masyarakat meninggalkan kebiasaan membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar. Menurutnya, cara-cara yang lebih aman dan ramah lingkungan perlu dipilih untuk menjaga kondisi alam.
Pesan tersebut disampaikan di tengah kondisi kemarau yang masih berlangsung di sejumlah wilayah Sekadau. Dalam situasi lahan yang kering, kewaspadaan terhadap sumber api menjadi semakin penting.
“Mari kita bersama-sama merawat dan menjaga bumi beserta seluruh isinya. Hutan dan lahan merupakan sumber kehidupan yang harus kita lindungi untuk generasi sekarang dan yang akan datang,” katanya.
Ajakan itu kemudian ditutup dengan pesan sederhana: menjaga alam berarti menjaga kehidupan. Masyarakat diharapkan ikut mengambil bagian dalam mencegah Karhutla, mulai dari lingkungan masing-masing.
Penulis : NR
Editor : Arg
Editor : Arg
Publish : Humas Polres Sekadau



0 komentar:
Posting Komentar