TRIBRATANEWSPOLRESSEKADAU - Banjir akibat luapan Sungai Sekadau kembali meluas di wilayah Kecamatan Sekadau Hulu, Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat. Hingga Jumat (9/1/2026) pagi, genangan air merendam permukiman warga di empat desa dengan ketinggian air berkisar antara 50 hingga 150 sentimeter.
Kapolres Sekadau AKBP Andhika Wiratama melalui Kasi Humas AKP Triyono menyampaikan bahwa sejak malam hingga Jumat pagi pukul 06.30 WIB, Polsek Sekadau Hulu bersama Koramil, BPBD, dan Damkar Kabupaten Sekadau telah melakukan pengecekan ketinggian air serta pendataan dampak banjir di wilayah terdampak.
“Empat desa yang berada di bantaran Sungai Sekadau terdampak banjir, yaitu Desa Sekonau, Desa Tinting Boyok, Desa Rawak Hulu, dan Desa Rawak Hilir,” ujar AKP Triyono.
AKP Triyono menginformasikan bahwa hingga saat ini tidak terdapat korban jiwa akibat banjir. Sejumlah fasilitas umum turut terdampak, antara lain satu masjid, enam surau, dan satu gereja.
Selain merendam permukiman, banjir juga menggenangi jalan poros Rawak–Nanga Taman. Kendaraan roda empat masih dapat melintas, sedangkan kendaraan roda dua dibantu menggunakan perahu milik BPBD Kabupaten Sekadau.
Lebih lanjut AKP Triyono menjelaskan, personel Brimob dan Basarnas Sintang turut membantu dalam melakukan pemantauan debit air Sungai Sekadau di Kecamatan Sekadau Hulu, pengamanan wilayah terdampak, serta pemberian bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan.
“Banjir di wilayah Sekadau merupakan kejadian musiman yang kerap terjadi saat musim hujan akibat tingginya curah hujan dan luapan sungai. Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan segera melapor kepada petugas apabila terjadi peningkatan debit air atau membutuhkan bantuan,” pungkasnya.
Penulis : NR
Editor : Arg
Editor : Arg
Publish : Humas Polres Sekadau




0 komentar:
Posting Komentar