TRIBRATANEWSPOLRESSEKADAU - Forkopimcam Nanga Mahap menggelar Rapat Koordinasi kesiapan penanggulangan banjir, angin puting beliung, dan longsor (Batīngsor) di Gedung Balai Betomu, Desa Nanga Mahap, Sekadau, Kalbar, Kamis (11/12/2025).
Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WIB ini dihadiri Camat Nanga Mahap W. Pranseda, Kapolsek Nanga Mahap IPDA Andre, Danramil Nanga Mahap Serma Muhammad Ardi Saputra, Kepala UPTD Puskesmas Arifin Anshory, perwakilan PT. WSP, serta para kepala desa se-Kecamatan Nanga Mahap.
Camat Nanga Mahap, Pranseda, menekankan pentingnya kesiapsiagaan seluruh unsur terkait menghadapi perubahan cuaca. Ia mengingatkan bahwa cuaca ke depan berpotensi ekstrim dan para kepala desa diminta terus mengimbau warganya untuk meningkatkan kewaspadaan.
“Karena itu saya minta kita semua aktif berdiskusi dan memastikan sarana prasarana seperti perahu karet siap digunakan,” ujarnya.
Kapolsek Nanga Mahap IPDA Andre menegaskan bahwa pihaknya siap mendukung langkah penanganan di tingkat desa. Ia mengatakan Bhabinkamtibmas akan turun mengecek langsung ke desa-desa dan berkoordinasi dengan para kepala desa.
“Setiap desa agar menyiapkan sampan untuk evakuasi bila banjir. Masyarakat juga harus sadar risiko saat curah hujan tinggi dan mengamankan dokumen berharga,” tuturnya.
IPDA Andre menambahkan bahwa Polsek Nanga Mahap akan mendapat back-up dari Polres Sekadau bila eskalasi bencana meningkat. Ia juga mengusulkan pembentukan grup WhatsApp khusus sebagai jalur komunikasi cepat.
Danramil Nanga Mahap, Serma Ardi, menyampaikan bahwa Koramil siap mendukung penuh penanganan di lapangan, dan Kodim 1204 Sanggau–Sekadau akan dilibatkan apabila diperlukan penguatan tambahan.
Sementara itu, Kepala UPTD Puskesmas Nanga Mahap Arifin, mengatakan bahwa pihaknya telah mengecek kesiapan layanan kesehatan menghadapi musim bencana.
“Kami mendata sarana prasarana dan obat-obatan yang diperlukan, termasuk kewaspadaan dini untuk masyarakat. Penyakit yang biasanya muncul saat bencana juga sudah kami petakan supaya respon kesehatan lebih cepat,” jelasnya.
Rapat dilanjutkan dengan diskusi lintas sektor yang menghasilkan beberapa kesepakatan bersama:
1. Pembentukan Tim Kewaspadaan Dini Penanggulangan Pra dan Pasca Bencana di tingkat kecamatan dan desa.
2. Penyusunan perencanaan penanggulangan bencana, meliputi pemetaan kerawanan, jalur evakuasi, titik evakuasi, kelengkapan, dan distribusi logistik.
3. Pemetaan titik dapur umum, jalur evakuasi, serta titik kumpul bagi wilayah yang berpotensi terisolasi.
4. Rencana pembangunan gudang logistik untuk mendukung kesiapan penanganan Batingsor.
Editor : Arg




0 komentar:
Posting Komentar